Limbah ternak sebagai sumber pupuk dan pembenah tanah: Inovasi petani dalam memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan pembuatan pupuk dan pembenah tanah semakin populer di Indonesia. Adman Lubis, seorang petani asal Sumatra Utara, menawarkan cara pembuatan pupuk dan pembenah tanah yang efektif dengan menggunakan limbah ternak dari kandang sapi, kambing, dan unggas. Menurutnya, limbah ternak tersebut memiliki kandungan unsur hara yang tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

Adman Lubis memperkenalkan formula pupuk yang terdiri dari 500kg kohe sapi, 300kg kohe unggas, 200kg kohe kambing, dan 20 kg bakteri chemical organik dalam bahan padat untuk kondisi lahan mineral. Bakteri chemical organik dipilih untuk mempercepat penguraian unsur kimia organik di dalam limbah tersebut sehingga pembuatan pupuk dapat berlangsung lebih cepat.

Tidak hanya itu, Adman Lubis juga mengembangkan pupuk khusus untuk bahan pembenah tanah di lahan gambut dengan menggunakan limbah ternak dari kandang kambing. Uji coba pertama yang dilakukan adalah menanam cabe di lahan gambut dengan menggunakan pupuk yang dibuat dari limbah ternak tersebut.

Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan bagi petani. Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan pembuatan pupuk dan pembenah tanah, petani dapat menghemat biaya dan memperoleh hasil panen yang lebih baik. Selain itu, inovasi ini juga dapat mengurangi masalah lingkungan karena mengurangi limbah ternak yang dibuang sembarangan.

Diharapkan inovasi Adman Lubis ini dapat diikuti oleh para petani di Indonesia sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen dan juga berdampak positif pada lingkungan.