Jakarta , Selasa, 28 Februari 2023, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengundang para petani buah, industri antara, dan industri hilir untuk hadir dalam kegiatan rapat koordinasi dan kunjungan lapangan dalam rangka penguatan Program Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura. Acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk memenuhi pasokan bahan baku industri dan mengurangi impor bahan baku buah.

Kegiatan hari ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai.Acara ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu kunjungan ke industri pengolahan buah-murni-konsentrat dan rapat koordinasi penyusunan rencana bisnis kemitraan loop tertutup.

Pada kunjungan ke industri pengolahan buah-haluskan-konsentrat, para peserta berkesempatan untuk melihat langsung proses pengolahan buah menjadi haluskan dan konsentrat. Sedangkan pada rapat koordinasi, dilakukan diskusi dan penyajian terkait dukungan kebijakan dan sinergi program dalam pembangunan industri antara untuk pemenuhan bahan baku industri.

Beberapa narasumber dari lembaga terkait, seperti Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Direktur Utama PT Zio Nutri Prima, dan Direktur Utama PT Sukanda Djaya (Diamond) memberikan paparan terkait peluang dan tantangan pengolah industri buah (haluskan) dalam pemenuhan kebutuhan industri hilir.

Menurut Suci Puji Suryani, Sekretaris Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia yang hadir dalam rapat tersebut, kegiatan ini penting untuk mengkolaborasikan kebutuhan industri tengah dengan penyedia bahan baku. “Kemenko akan mencoba menyambungkan terutama dengan industri tengah (PT Zio), industri hilir (Unilever) dengan petani terutama soal harga. Untuk KBHI, bisa jadi peluang untuk penyedia bahan baku, hanya saja harga yang menjadi kendala,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, para peserta juga membahas beberapa kendala yang masih dihadapi dalam pemenuhan pasokan bahan baku, seperti kontinuitas, kualitas, dan harga yang belum sesuai dengan harapan petani. Namun, pihak Kemenko berkomitmen untuk memperbaiki situasi tersebut melalui kolaborasi antara petani, industri antara, dan industri hilir.