Pada hari Kamis, 27 Oktober 2022, Dinas Pertanian Kota Semarang mengadakan Temu Bisnis Petani Empon-Empon di hotel @Hom by Horison. Acara ini bertujuan untuk memperkuat keterhubungan antara usaha kecil dan mikro (UMKM) di bidang empon-empon dengan pelaku pasar modern dalam kerjasama yang saling menguntungkan, serta memberikan masukan dan informasi yang tepat kepada pelaku usaha UMKM. Narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, anggota DPRD Komisi C, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia, Rektor Universitas Semarang yang diwakilkan, serta CEO PT. Ampera Wira Wijaya.

Dalam Temu Bisnis Petani Empon-Empon ini, 30 peserta dari berbagai kelompok tani hadir, seperti KWT Sekar Tani, Gunungpati, KWT Barokah, Gunungpati, KWT Sendang Makmur, KWT Alamanda, KT Usaha Mulya, Tembalang, KT Tani Rejo, KWT Nandur Sedekah, Klaster Jamu, Koordinator PPL, PPL Gunungpati, PPL Tembalang, CV Sanjaya, Herbora, Bapak Anang, Ibu Bekti, Ibu Suminah, Bapak Kholidi, KT Rejeki Gunungpati, Ibu Yanti, KT Srikandi, Tugu, serta petani milenial Mas Shandy dan Mas Khafid.

“Materi yang disampaikan dalam acara ini meliputi sejarah empon-empon, cara mengolah dan mengemas empon-empon, strategi agar produk bisa menembus pasar ekspor, serta informasi mengenai pembuatan sertifikat Halal dan BPOM dan juga kredit usaha”, ujar¬†Berry Gaswara selaku pembicara dari KBHI. Peserta terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini, dan diharapkan Temu Bisnis Petani Empon-Empon ini dapat menghasilkan kerjasama antara produsen dan pembeli sehingga distribusi produk dapat berjalan dengan lancar.

Bapak H.M Rukiyanto A.B, S.H, MA selaku perwakilan komisi C DPRD Kota Semarang menyatakan harapannya bahwa potensi lokal empon-empon dapat ditingkatkan dan dikembangkan sehingga dapat menjadi produk ekspor yang membantu pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Melalui Temu Bisnis Petani Empon-Empon ini, diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara UMKM di bidang usaha empon-empon dengan pelaku pasar modern sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terus tumbuh dan berkembang.